CONTOH PTK

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sampai sekarang pendidikan kita masih didominasi oleh pandangan bahwa
pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Kelas masih
berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan, kemudian ceramah
menjadi pilihan utama strategi belajar.
Untuk itu diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih
memberdayakan siswa. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa
menghafal fakta-fakta, tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa
mengkontruksikan di benak mereka sendiri.
Dalam proses belajar, anak belajar dari pengalaman sendiri,
mengkonstruksi pengetahuan kemudian memberi makna pada pengetahuan itu.
Melalui proses belajar yang mengalami sendiri, menemukan sendiri, secara
berkelompok seperti bermain, maka anak menjadi senang, sehingga tumbuhlah
minat untuk belajar, khususnya belajar Geografi.
1.2 Rumusan Masalah
Apakah model pembelajaran group Investigation ( menemukan secara
berkelompok ) dapat meningkatkan minat belajar Geografi bagi siswa ?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini
adalah agar siswa meningkatkan minatnya dalam belajar Geografi; sehingga siswa
memperoleh pengetahuan, ketrampilan dan perubahan sikap yang positif.

1.4 Manfaat Dan Hasil Penelitian
1.4.1 Siswa : Siswa termotivasi sehingga senang belajar Geografi dan
dapat memperoleh pengalaman belajar.
1.4.2 Guru : Dapat menambah wawasan tentang strategi
pembelajaran.
1.4.3 Sekolah : Untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah
1.4.4 Pengembangan Kurikulum : Merupakan upaya penyempurnaan
Kurikulum

BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN RENCANA TINDAKAN
2.1 Minat
Minat ialah suatu pemusatan perhatian yang tidak disengaja yang terlahir
dengan penuh kemauannya dan yang tergantung dari bakat dan lingkungan (
Sujanto Agus : 1981 ). Dalam belajar diperlukan suatu pemusatan perhatian agar
apa yang dipelajari dapat dipahami; Sehingga siswa dapat melakukan sesuatu
yang sebelumnya tidak dapat dilakukan. Terjadilah suatu perubahan kelakuan.
Perubahan kelakuan ini meliputi seluruh pribadi siswa; baik kognitip, psikomotor
maupun afektif.
Untuk meningkatkan minat, maka proses pembelajaran dapat dilakukan
dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami apa yang ada di lingkungan
secara berkelompok.
2.2 Belajar
Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui
interaksi dengan lingkungan.
( Hamalik Pemar : 2001 )
Menurut pengertian ini belajar merupakan suatu proses yakni suatu
kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Yang menjadi hasil dari belajar bukan
penguasan hasil latihan melainkan perubahan tingkah laku. Karena belajar
merupakan suatu perubahan tingkah laku, maka diperlukan pembelajaran yang
bermutu yang langsung menyenangkan dan mencerdaskan siswa.

Suasana kondisi pembelajaran yang menyenangkan dan mencerdaskan
siswa itu salah satunya dapat tercipta melalui model pembelajaran Group
Investigation.
2.3 Model Pembelajaran Group Investigation ( Sharan, 1992 )
Model adalah representasi realitas yang disajikan dengan suatu derajat
struktur dan urutan ( Richey, 1986 ).
Group investigation adalah penemuan yang dilakukan secara
berkelompok: murid/ siswa secara berkelompok mengalami dan melakukan
percobaan dengan aktif yang memungkinkannya menemukan prinsip.
Langkah-langkah pembelajaran Group Investigation :
1). Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen
2). Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok
3). Guru memanggil ketua-ketua untuk satu materi tugas sehingga satu kelompok
mendapat tugas satu materi
4). Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif
berisi penemuan
5). Setelah selesai diskusi, lewat juru bicara, ketua menyampaikan hasil
pembahasan kelompok
6). Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan
7). Evaluasi
8). Penutup
Model pembelajaran Group Investigation ini membantu guru mengaitkan
antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong
siswa membuat hubungan antara materi yang yang diajarkan dengan situasi dunia
nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang

dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka. Dengan model
pembelajaran ini minat belajar siswa meningkat dan hasil pembelajarannya
diharapkan lebih bermakna bagi siswa.

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Setting Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) ini dilaksanakan di kelas XI IPS SMA
MUHAMMADIYAH II MOJOSARI yang berlokasi di Jalan Pahlawan No. 52
Mojosari Mojokerto.
Jumlah siswa 17 orang, dengan latar belakang sosial ekonomi yang heterogen.
3.2 Persiapan Penelitian
Untuk memperlancar pelaksanan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini,
kami telah mempersipkan instrumen dan penilaian.
3.3 Siklus Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) ini menggunakan dua kali siklus, yaitu
3.3.1 Siklus pertama yang meliputi :
A. Pendahuluan
Mempersiapakan konsep materi yang akan dijadikan bahan pembelajaran
yaitu :
KD : Memprediksi dinamika perubahan atmosfer dan dampaknya
terhadap kehidupan di muka bumi.
Indikator : Menganalisa dinamika unsur-unsur cuaca.
B. Langkah Utama
1). Guru membagi siswa dalam 4 kelompok
2). Guru menjelaskan maksud pembelajaran yaitu mengamati unsurunsur
cuaca secara berkelompok.
3). Guru memanggil ketua kelompok dan masing-masing diberi tugas
mengamati : intensitas sinar matahari, mengukur suhu udara,

mengamati arah dan kecepatan angin, awan dan kelembaban udara di
luar kelas.
4). Masing-masing kelompok mengamati dan mendiskusikan materi
sesuai dengan tugasnya secara kelompok.
5). Setelah selesai diskusi, ketua kelompok menyampaikan hasil
pembahasan kelompok.
C. Langkah Penutup
Guru memberikan penilaian kepada kelompok-kelompok siswa yang
melakukan pengamatan dan diskusi itu.
3.3.2 Siklus kedua menunggu refleksi siklus ke-1
3.4 Pembentukan Instrumen
Untuk mendapatkan data yang valid dan akurat dari siswa, guru /
kolaborator meneliti menggunakan instrumen berupa :
a. Catatan yang meliputi “ Persiapan, pelaksanaan dan penelitian “
b. Lembar evaluasi
c. Lembar Observasi
d. Angket
3.5 Analisa Dan Refleksi
Data yang dicatat tiap langkah meliputi :
a. Data hasil pemahaman materi belajar
b. Data hasil minat belajar dalam melaksanakan tugas mengamati cuaca dan
diskusi

Data di atas dianalisis secara berkala setiap langkah. Hal ini bertujuan
untuk mengetahui hasil yang sebenarnya berdasarkan tujuan kegiatan belajar
mengajar ( KBM ) yang hendak dicapai.

BAB IV
HASIL PENELITIAN
Model pembelajaran Group Investigation ini masih asing bagi siswa kelas
XI IPS SMA MUHAMMADIYAH II MOJOSARI, karena belum pernah . Tahap awal
praktek peneliti agak banyak menjelaskan pada siswa tentang cara belajar di lapangan
untuk memperoleh pengalaman belajar; seperti bagaiman menggunakan alat-alat,
bagaimana mencatat hasil penelitian, membuat kesimpulan, berdiskusi dan
menyampaikan hasil pembahasan ( mempresentasikan ). SMA MUHAMMADIYAH
II MOJOSARI belum mempunyai laboratorium yang memadai, sehingga siswa
kurang diadakn praktikum. Setelah siswa dianggap cukup untuk memahami model
pembelajaran Group Investigation, selanjutnya pembelajaran diberikan pada
pertemuan berikutnya.
Pertemuan berikutnya ( 2 jam pelajaran )
1). Disajikan dan dijabarkan KD hingga siswa memahami akan apa yang
akan dipelajari
2). Menginterpretasikan materi pelajaran yang akan dijabarkan.
3). Menata indikator sesuai dengan kelompok-kelompoknya.
4). Membentuk kelompok
5). Memonitor seluruh tugas siswa
6). Mendiagnose kesulitan siswa
7). Melakukan penilaian
Angket siswa terhadap pelajaran Geografi
􀂪 Dberikansebelum memulai pembelajaran.
Hasilnya : Kurang berminat

􀂪 Observasi aktivitas guru dalam perencanaan sangat baik, sedangkan dalam
pelaksanaan diperoleh hasil baik
􀂪 Observasi minat siswa dalam belajar diperoleh hasil cukup baik.
Refleksi I
Dari data observasi minat siswa dalam belajar Geografi diperoleh hasil cukup
baik, hal ini disebabkan karena dalam membuat laporan dan mempresentasikan
hasil penemuannya kurang terbiasa.
Refleksi II
Dari data observasi minat siswa diperoleh hasil baik, hal ini karena siswa sudah
lancar dan mulai senang.

0 komentar:

Poskan Komentar