SINETRON

Sinetron media belajar jahat

Astaghfirullah, semakin menjamur sinetron-sinetron yang disiarkan di televisi, dari tv A sampai tv Z. Setiap hari, setiap waktu , beberapa stasiun televisi selalu menyiarkan acara sinetron-sinetron itu untuk menarik minat para pemirsa, tentunya dengan orientasi komersial. Namun, secara tidak langsung , sinetron-sinetron itu mengajarkan kepada para pemirsanya, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, sampai orang tua untuk mengadopsi sifat - sifat yang kurang baik pada manusia.


Seperti halnya sifat Iri, dengki, mudah memfitnah, mudah marah, berani pada orang tua, membantah , bahkan memarahi orang tua, dan berbagai sikap-sikap buruk yang tidak sepantasnya ada pada diri seorang muslim.

Marilah kita lihat, bagaimana dampaknya sinetron-sinetron itu pada perilaku sebagian umat islam di indonesia :
Sebuah stasiun televisi yang sangat sering menayangkan sinetron berbau mistis, kepercayaan pada hal-hal yang membawa kepada kesyirikan. Pagi hari, siang, sore, bahkan sampai malam, tidak henti-hentinya sinetron mistis ini ditayangkan di hadapan para pemirsa indonesia yang rata-rata adalah seorang muslim. Lambat laun, semakin banyak dan bahkan akan bertambah banyak umat muslim yang terperdaya untuk melakukan hal-hal yang membawa kepada kesyirikan , na’udzubillah.
Di sisi lain, sebuah stasiun televisi lain, menayangkan tema percintaan para remaja, dari pagi hingga malam hari. Dengan tema percintaan “semu’ itu, akhirnya para remaja muslim di indonesia mendapatkan asupan-asupan maksiat setiap saat. Mulai dari pacaran sampai melakukan perbuatan keji, yaitu zina, selingkuh dan lain sebagainya. Sehingga, tidak heran, kalau saat ini, tidak sedikit para remaja kita yang berani berbuat mesum terang-terangan, bahkan direkam dengan telepon seluler mereka … na’udzubillah … lagi-lagi gara-gara televisi, sinetron, dan sinema

Dan masih banyak lagi, contoh buruk yang diajarkan acara-acara pada televisi yang memberikan pengaruh buruk pada umat muslim di indonesia, dari anak-anak hingga dewasa, bahkan orang tua pun tak ketinggalan. Orang tua yang semakin tua dan seharusnya lebih banyak berbekal untuk mati malah berdansa dan berjoget mengiringi irama lagu yang melenakan.

Oleh karena, itu, wahai saudaraku para muslim dan muslimah, jangan sampai terperdaya oleh ajaran-ajaran syaitan yang diajarkan pada acara-acara di televisi, dan tentunya, keluarga kita adalah harta kita yang berharga untuk bersama-sama menikmati surganya.

Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka …(at-Tahrim :6)

semoga bermanfaat
salamdarinanda

0 komentar:

Poskan Komentar